Senin, 08 Desember 2014

Lost in Bali

Diposting oleh Inda Rozalia di 10.56
Lagi-lagi, bun dapat tugas untuk manghadiri kegiatan. Kali ini tujuannya adalah Denpasar. Baliiii I'm coming.. Alhamdulillah.. Akhirnya bisa sampe di Bali lagi. Kalau diingat-ingat, pertama kali bun ke Bali adalah jaman kecil dulu, bersama keluarga (ibu, bapak, abang, dan adek). Jalan-jalan waktu libur sekolah. Flashback sedikit keinget sama pantai kutanya. Disana bun rambutnya seperti di gimbal gitu, terus juga jalan ke Besakih, pantai sanur, tanah lot, dan berbagai tempat wisata lainnya. Tapi itu dulu.. ketika bun kecil. Dan sekarang, ga mungkin juga bun bisa pergi ke semua tempat itu..

Seperti yang sudah-sudah. Perjalanan memakan waktu 3 hari.

Hari Pertama
Sesampainya di Bandara Ngurah Rai, segera kami menuju hotel. Setelah itu, langsung pergi mencari oleh-oleh untuk menghindari kelupaan bawa oleh-oleh. Posisi hotel tempat bun menginap cukup strategis, alias dekat dengan tempat makan dan mall, bun sempatkan menyusuri jalan.
Tempat Nginep

Kanan kiri semua penuh dengan kafe, dimana-mana yang banyak terlihat adalah turis mancanegara. Ketika iseng bun memasukin mall terdekat dan melihat-lihat, terperanjat rasanya ketika lihat harga sandal jepit yang ternyata berdigit 6. Waw! Amazing. hahahaha.. Dari mall tersebut, bun menyusuri hingga ke bagian belakang, dan ternyata, pantaaaii. Ramai sekali yang ada disana, mulai yang sekedar duduk maupun berpose mengabadikan kesempatan yang ada. Makan malam hari ini, kami memutuskan makan di es teler 77 saja.





 Hari Kedua
Acara berlangsung dari pukul 09.00 hingga pukul 16.00. Setelah itu??? Ya cuman jalan-jalan disekitar aja. Malam harinya, kami bersama 1 orang teman dari Palembang, memutuskan pergi ke pantai Jimbaran. Apa yang ada di sana? Yaaa pantai saja. hahaha.. Di Batam juga banyak pantainya, dan bagi bun, sepertinya sama aja lah.. Cuman karena penasaran jimbaran itu kayak apa. Yang diambil disana adalah suasana. Jadi disetiap pinggir pantai, diletakkan meja dan kursi menghadap ke laut, sehingga kami bertiga menikmati malam itu diiringi dengan pengamen yg bukan sembarang pengamen. Kenapa bun bilang begitu? Karena ini pengamen bisa berbagai macam jenis lagu dan tarifnya yang ga mungkin hanya diberi 5ribu. haahhaha..
Kemudian kami memesan makanan. Makan malam itu terdiri dari ikan bakar, sayur cah, dan sotong goreng tepung. Rasanya? Biasa ajaa. Biasa banget malah menurut bun. Tapi ya itu, semuanya kan untuk dinikmati. Dan ketika bill disodorkan, betapa kaget bun liat totalnya. Mau nangis bombay disitu, tapi ga mungkin kaaaannn.. hahahaha.. Penasaran berapa? Rp. 1.850.000,- Emejing kaaannn... Bagi 3 lah jadinya kami. Ga nyangka aja bun. Karena perkiraan bun sekitar 600an sampe 700an ribu ajah. hahhaa.. Sutralah..

Pengamen yg ga bisa dibayar murah.. hahaha
Hari Ketiga
Yap. Hari ini adalah hari kepulangan. Rencana pesawat Denpasar-Jakarta jam 14.30. Tapi kaan, masih ada waktu yang cukup panjang, sehingga kami memutuskan untuk pergi ke Tanjung Benoa. Dari hotel ke tempat tujuan memakan waktu sekitar 1,5 jam.

Sebelumnya, kami mencari oleh-oleh lagi yang beneran khas Bali. Katanya sih, ga lengkap kalo ga bawa oleh-oleh Pia Legong. Nah, kl di tempat oleh-oleh, pia legong sangat sulit dicari dan harganya yg 2 kali lipat dari harga aslinya. Jadi, kami langsung ke distributornya. Sebelum jam 9pagi kami sudah sampai. Tokonya belum buka, tetapi sudah ada beberapa orang yang mengantri dan makin lama makin ramai mengular *jadimakinpenasarandenganrasanya.. Begitu toko dibuka pun, ternyata 1 orang hanya boleh membeli paling banyak 2 kotak. Harga per kotaknya sebesar Rp. 80.000,-
Narsis sambil nunggu toko pia legongnya buka.. :D

Pia Legong yang terkenal itu..

Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Tanjung Benoa.
Sesampainya disana, nego harga. Permainan apa saja yang ingin dimainkan. Berhubung jam 12 siang sudah harus pulang lagi ke hotel kami memutuskan hanya berkunjung ke Pulau Kura-Kura dan naik parasailing. Kesemua itu kami bayar seharga Rp. 2.500.000/2 orang. Dari Tanjung Benoa menuju pulau kura-kura, menaiki perahu yg dibawahnya itu dikasih kaca, jadi kita sekalian bisa lihat ikan-ikan yang ada. Liat jernihnya air laut itu.

Ini nih penampakan di pulau kura-kuranya...
Bersama teman petualang

Beratnya lumayaaan...



Setelah itu, kembali lagi ke pantai tanjung benoa-nya, dan kami naik parasailing yah kalo ga salah namanya. hihihi..
Dari pantai, kami diantar dengan menggunakan speedboat kecil yang hanya muat untuk 6 orang. Setelah itu menuju speedboat yg lebih besar. Tunggu giliran daaaannn sampailah kami diudaraaa.. benar-benar asiiik..

Narsis sebelum terbang..
yihaaaa.. kurang lama diatas.. :D


Time limiiittt!!!!
Buru-buru pulang, ternyata jalanan macet. Check out di hotel banyak tamu, ngantri dan pake lama. Buru-buru juga ke bandara.. eeeeh.. ketinggalaaaan.. Bener-bener lost in Bali. Akhirnya ikut penerbangan selanjutnya...
Berkesan? Ya berkesan dunk. Smuanya punya kesan masing-masing. Tapi kalo mau dibandingin, lebih berkesan yang di Bromo. Ya mungkin karena waktu mepen sehingga engga sempet eksplor ke tempat wisata lain yg tentunya sangat banyak, cuman dengan pergi ke beberapa tempat aja, udah buat bun senang. Smoga ada trip-trip selanjutnya.

Love d'trip.. ^^

2 komentar:

  1. Mata saya autofokus pada pia legong
    piknik or jalan-jalan itu bikin happy :D

    BalasHapus
  2. Iya mba.. pia legongnya enak bener. Sempet kaget pas dibilang musti antri. Lebih kaget lg pas liat antriannya eh..dibatasi cmn bs beli 2 kotak

    BalasHapus

 

All about Growing, Learning and Loving Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea